Sampingan

Membiasakan Diri Minum Air Putih

Bismillaahirrahmaanirrahiim….

Tak terasa Ramadhan memasuki hari-hari akhir. Biasanya puasa itu berat di akhir. Padahal, untuk gizi selama puasa sepertinya terpenuhi. Saya makan empat sehat lima sempurna. Tak lupa air putih setiap harinya. Tapi kadang rasanya haus tak tertahankan.

Bicara haus, akhir-akhir ini saya lebih memilih buka dengan air putih hangat daripada kolak dan kawanannya. Kenapa air putih?

Air merupakan salah satu sumber energi yang sangat penting. Bumi kita saja bagiannya lebih banyak air daripada daratan, begitu juga tubuh kita. Tubuh manusia itu terdiri dari sekitar 75% zat cair dan 25% nya zat padat. Itulah kenapa air menjadi hal yang sangat vital bagi tubuh kita.

Bahkan, kalau kita kekurangan air, tubuh kita jadi tidak seimbang serta banyak penyakit yang bermunculan. Beberapa alasan kenapa tubuh kita butuh air antara lain:

1. Merupakan bahan perekat arsitektual struktur tulang
2. Mencegah kerusakan DNA
3. Pelarut utama semua makanan
4. Mengangkut semua bahan di dalam tubuh
5. Pencahar yang melumaskan serta mencegah sembelit
6. Untuk produksi semua hormon
7. DLL

Setiap hari tubuh kita mendaurulang 24 ribu gelas zat cair di dalam tubuh. Jadi, dalam kondisi tertentu kita kekurangan 6-10 gelas air. Untuk menyeimbangkan produksi tubuh, maka kita membutuhkan 8-10 gelas tiap harinya.

Selama bulan puasa, kita harus menahan diri dari lapar, dahaga serta nafsu. Hari biasa saya minum suka-suka. Tapi untuk ramadhan ini saya menerapkan aturan minum untuk diri saya sendiri yaitu 242.

Apa itu 242?

Dua gelas saat berbuka, empat gelas di malam hari, dan dua gelas saat sahur.

Yakin bisa, Ji?

Yap, saya bisa mungkin malah lebih dari 8 gelas.

Dulu saat di Ponpes ketika Ramadhan saya pernah terkena dehidrasi. Rasanya itu otak kurang on, bawaannya lemes. Maklum, dulu makan dan minum beli sendiri. Kadang saya sengaja bawa berbotol-botol air putih biar hemat. Tapi tetap saja namanya masa pertumbuhan kebutuhan air saya sangat banyak dan botol-botol itu masih kurang.

Karena pengalaman kurang mengenakkan itu, ketika saya akhirnya bisa minum air putih secara gratis, saya memanfaatkannya betul-betul. Sumber air banyak, kenapa harus malas minum?

Sampai saat ini baik puasa atau tidak saya selalu minum air putih sebelum dan setelah bangun tidur. Seringnya ukuran yang saya gunakan adalah botol satu liter sebagai teman di samping tempat tidur.

Sampai saat ini, saya sangat merasakan bagaimana manfaatnya minum air putih. Tubuh jadi segar dan tidak melar. Otak pun tetap on karena asupan gizi terdistribusi dengan baik.

Kopi, teh, bisa dihitung minum air?

Sebenarnya bisa saja. Walau saya bukan penggemar kopi dan sesekali minum teh, tetap idola saya adalah air putih. Minuman sejenis kopi, teh atau minuman pabrik memang zat cair, tapi tidak bisa menggantikan kebutuhan air murni. Justru zat di dalam kopi dll banyak bahan yang menarik air seperti kafein. Jadi ketika kita minum kopi dan sejenisnya justru air murni yang keluar lebih banyak daripada yang masuk. Kan sayang toh kalau rugi bandar?

Untuk saya sendiri tetap akan selalu menerapkan minum air putih yang banyak sampai nanti. Puasa atau tidak, kebutuhan karbohidrat, protein, dll bisa kita gantikan dengan kombinasi berbagai jenis makanan. Tapi, kalau kebutuhan air, bagaimana menggantinya? Tidak bisa kan?

Yuk kita terapkan minum air putih minimal 8 gelas sehari. Saat puasa, ingat 242!!! πŸ˜€

Sumber Tulisan dan Gambar:
1. Buku Air by F. Batmanghelidj
2. http://www.dancommunity.com/

Iklan

3 responses to “Membiasakan Diri Minum Air Putih

  1. Betullll… minum air putih itu penting banget.

  2. Betul. Minum air putih yang cukup itu penting banget utk tubuh kita

  3. Wah jadi haus. Padahal lagi puasa nih. Hehee

    Ternyata minum air putih itu sangat penting ya. Terlebih lagi saat kita berpuasa seperti sekarng ini. Hemhhh terus bgaimana dengan minuman minumn seperti jus? Dan apakah makan sup itu juga termasuk air? πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s