[GIVEAWAY] BREAK THE CASSANOVA’S HEART

Hai, semuanya. Ada giveaway lagi, loh. Kali ini Penerbit Haru akan memberikan 1 eksemplar novel “Operation: Break the Cassanova’s Heart”, novel Philippines-lit pertama mereka. Cara ikutan? Simak aturan ini dulu, lalu isi Rafflecopter di bawah.
Peserta berdomisili di wilayah Indonesia.
Buku hadiah akan dikirimkan oleh Penerbit Haru
Silakan mengisi kolom Rafflecopter di bawah ini.
Giveaway berlangsung dari 4 November 2015 – 11 November 2015
Keputusan pemenang tidak dapat diganggu gugat.
Bila dalam 48 jam tidak ada respon dari pemenang, maka akan dipilih seorang pemenang baru.
Harap sertakan akun twitter saat konfirmasi pemenang.

Repost: http://kireinasekai.blogspot.co.id/2015/11/giveaway-break-cassanovas-heart.html

Iklan

Stik Penghilang Noda Instan

Bismillaahirrahmaanirrahiim….

Sebelum bulan Suro, bulan Haji kemarin banyak sekali yang menikah. Berhubung kadang saya bantuin Kakak jualan sosis goreng di acara ramai-ramai, saya pun sering turun tangan. Ya ikut goreng lah, ngasih saos lah, selayaknya orang jualan gitu.

Sering kali ketika acara nikahan, yang nikah itu teman saya. Kalau jarak tempatnya lumayan, kadang saya sekalian saja datangnya. Persoalan muncul saat saya mau menemui yang nikah tapi baju terkena saos.

Tarik napas, buang panik. Untungnya saya baca stik penghilang noda instan dari Eco Wash. Bentuknya yang kecil mudah dibawa ke mana saja dan ya pastinya muat di kantong. Cara kerjanya oleskan stik, diamkan lalu kucek. Pakai air? Iya sedikit. Basah dikit diangin-anginin kan beres.

Selain untuk noda saos, kecap, stik ini juga bisa dipakai untuk membersihkan noda di clody yang membandel. Misal noda pup. Kalau saya bilang sih lumayan bersih. Eco Wash stik bisa didapat di http://www.ecowash.org.

Kalau kamu, sudah pakai stik penghilang noda?

Sampingan

Bismillaahirrahmaanirrahiim….

***

Jepara Bumi Kartini kita
Bergema di seluruh dunia
Seni ukir dan potensi pariwisatanya
Indah dan mempesona

Kartini suluh emansipasi
Antarkan Jepara mendunia
Putri asli Jepara pantang mundur langkahnya
Dalam raih citanya

Jepara Bumi Kartini kita
Mari kita membangun bersama
Berkarya untuk maju berselogan mulia
Trus Karyo Tataning Bumi

Mari tingkatkan karya karsamu
Jadikan Jepara trus maju
Wujud nyatakan pengabdianmu
Jayalah Jeparaku

Mari bersama bergandeng tangan
Kita bersatu bangun negeri
Satukan langkah bersatu padu
Jayalah Jeparaku

***

Notes:
Ini lagu baru yang biasa dinyanyikan di PKK. Kemarin ada lomba nyanyi mars ini juga. Saya belum hafal lagu ini. Di google juga tidak ada. Ya wis saya tulis deh, hehe 😀

http://jiahjava.blogspot.co.id

Sedekah Bumi Desa Wonorejo Jepara

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim…..

Hari ini, rangkaian sedekah bumi dan acara tujuh belasan sudah berakhir. Masyarakat desa saya sudah kembali ke tempatnya masing-masing. Sedekah bumi di desa saya Wonorejo jatuh pada Senin Pahing setelah Bodho Apem.

Untuk acara tahun ini, semua digabung dengan perayaan tujuh belas Agustus. Ya meskipun di tujuh belas Agustus, dibeberapa RT sudah mengadakan lomba-lomba dan panjat bambu, tetap saja di Sedekah Bumi ini kita mengadakan lomba yang sama.

Beberapa tahun lalu, acara Sedekah Bumi identik dengan Wayangan dan pembayaran sedekah di Balai Desa. Untuk tahun ini, kita dibebaskan membayar. Sebagai gantinya, kita diminta untuk mengikuti lomba menghias dan membuat tumpeng. Selain itu, banyak sekali lomba lain yang membuat Sedekah Bumi kali ini lebih meriah.

Lomba-lomba yang diadakan tidak bersamaan. Banyak hal yang menjadi pertimbangan, misalnya peserta yang bergantian di ajang olahraga. Sering kali ada peserta yang menjadi pemain dobel. Maka dari itu semua lomba dicicil, kredit kaya panci, hehehe selama sebulan.

Selain lomba, malam senin kemarin ada pentas dari anak-anak TK dan PAUD. Eh ada anak dari seni juga. Mereka bernyanyi, menari, bahkan ada yang membaca puisi. Beberapa tahun lalu kita juga mengadakan jalan sehat. Yang ikut memang Ibu-ibu dan anak-anak. Tapi ya lumayan meriah. Acaranya seperti biasa, jalan, bagi-bagi kupon undian, lomba-lomba.

Yang paling beda dari tahun yang lain adalah adanya karnaval. Semua orang turut serta. Dari anak-anak, remaja, orang dewasa, Ibu, Bapak, semua tumplek blek menyemarakkan perayaan ini. Kalau saya bilang sih cukup meriah meskipun ada sedikit kekacauan di rute jalan karnavalnya.

Saya yakin, tahun depan akan ada acara seperti tahun ini. Persiapan pun akan semakin diperbesar guna meramaikan hari jadi desa. Sayangnya saya sendiri tidak terlalu banyak ambil bagian. Tadinya mau jadi panitia, tapi batal soalnya kerja. Mau ikut jalan sehat, sayanya nyuci. Ya sudahlah….

Kalau Sedekah Bumi di daerahmu bagaimana?

Sampingan

Bismillaahirrahmaanirrahiim….

Catatan terakhir #30HariKotakuBercerita bersama @Poscinta di bulan September. Rasanya kok sayang banget ya. Saya masih belum banyak bercerita tentang Jepara. Semoga dikesempatan berikutnya bisa melanjutkan tulisan-tulisan yang lalu.

Gong Perdamaian Dunia, di Jepara tepatnya di Desa Plajan. Kalau dari pusat kota lumayan jauh. Daerahnya lumayan terpencil tapi view di sana lumayan indah.

Gong Perdamaian Dunia di Jepara merupakan pelopor gong-gong lain yang ada di dunia. Selain gong, di sana juga ada tanah dari berbagai negara, telapak kaki, dan kuburan keluarga.

Semoga dunia kita semakin damai. Boleh juga lihat-lihat cerita Gong di sini. Jepara damai, Indonesia damai.

Hah! Di Jepara masih ada Ratu Shima, Benteng Portugis, dan eksotisme Pulau Panjang dan Karimun Jawa. Masih ada yang penasaran dengan Jepara? Yuk ke Jepara!!!

Terima kasih buat semua di #30KotakuBercerita!!! Sampai Jumpa!!!

Sampingan

Bismillaahirrahmaanirrahiim….

Hari ini, tepatnya jam 15:30 tadi keponakan pertama saya khitan. Sekarang dia kelas 6 SD dan memang sudah minta disunat. Dari kemarin-kemarin saya suka sekali ‘nakut-nakutin’ tentang sakitnya disunat. Awalnya marah tapi setelah pulang dari khitan dia ketawa-ketiwi.

Saya masih ingat tanggal 20 Juni 2004 dia lahir setelah magrib. Ahmad Bahrudin Irfan, nama yang diberikan ayahnya. Beratnya sekitan 3.4 Kg dan dia terlihat sangat besar. Malam itu untuk pertama kalinya saya menggendong bayi yang baru lahir. Rasanya sangat menakjubkan. Dia dekat di jantung saya. Dia masih merah dan mengedip tanpa dosa. Saya sedikit takut tapi semua tak terasa. Malah membahagiakan.

Saya 12 tahun, baru lulus SD menginjak usia remaja dan bayi yang baru lahir. Memang itu bukan pertama kali saya menggendong batita. Tapi untuk bayi yang baru lahir, Irfan yang pertama.

Dari masih bau kencur, saya suka dengan bayi, anak-anak dan sering kali ngemong mereka. Tapi untuk Irfan saya tidak ngemong dia. Sekitar seminggu setelah dia lahir saya pergi ke Pondok.

Rasanya baru kemarin dia saya gendong dan sekarang sudah mulai remaja. Dia suka meledak-ledak dan sering kali saya suka meledak juga. Dia bukan batita yang pakai peci lalu geleng-geleng seperti bayi di jam tak-tik. Dia bukan lagi Irfan kecil, yang duduk dipangkuan Bu Guru saat TK. Tapi dia tetap Irfan saya yang tak doyan buah.

Di usianya yang menginjak remaja, semoga dia makin rajin solat, ibadah. Kalau diingatkan tidak meledak-ledak. Semoga dia bisa jadi contoh yang baik untuk adik-adiknya.

Masa remaja saya memang sudah lewat dan saya bukan remaja lagi. Tapi saya masih suka bayi dan mau buat bayi #Eh #Upsh :D. Saya memang lelah dan daripada ngelantur mending saya sudahi saja ceritanya. Sampai jumpa!!!

Diikutkan dalam Giveaway Listeninda #7

Sampingan

Bismillaahirrahmaanirrahiim….

Selamat Hari Raya Idul Adha!!! Hayo siapa yang lagi long weekend? Seneng dong bisa liburan, rekreasi bersama keluarga walaupun hiburan di tv juga banyak.

Ngomongin rekreasi, seperti yang saya sering bilang bahwa Jepara itu di daerah pantura dan punya buanyak sekali wisata pantai dan laut. Di mana saja kita bisa nemu laut. Ya kecuali daerah daratan tentunya.

Kalau di darat, kita bisa rekreasi di sawah. Naik gunung, kita bisa ke Songgo Langit atau daerah Sumosari juga bisa. Pantai? Jangan tanya lagi. Ada pantai Kartini, Tirta Samudra Bandengan, Teluk Awur, Blebak, Empu Rancak, dan masih buanyak pantai yang bahkan belum bernama. Kalau bosan ke pantai satu kita bisa loncat ke pantai lain. Asyik kan?

Untuk hiburan sendiri, Jepara suka sekali dengan orkes dangdut dari yang ecek-ecek sampai orkes besar ada semua. Kalau saya sendiri sih tidak terlalu suka, tepatnya tidak suka sesuatu yang berbunyi keras.

Kalau ditanya seberapa tenarnya orkes dangdut, biduan dangdut Jepara ada yang sudah nongol di TV. Ada Susi KDI dan Anita DAkademi. Kenal? Nggak juga tak apa, hahaha.

Hampir semua orang yang punya hajat, hobi banget dangdutan. Katanya sih buat hiburan biar ramai.

Kalau saya sendiri sih eman uang buat dangdutan, mending buat lainnya. Ngajakin ibadah lebih baik soalnya tidak bisa dipungkiri acara dangdut semacam itu maksiatnya banyak. Ya semua tergantung masing-masing orang sih.

Kalau kamu, tempat rekreasi dan hiburan seperti apa di daerahmu?

Sampingan

Bismilllaahirrahmaanirrahiim….

Jepara hari ini berangin panas. Mungkin karena mau perubahan musim. Rumah-rumah banyak yang ditutup karena angin yang kencang. Enaknya kumpul, bercengkrama bersama keluarga.

Bicara rumah, jepara sendiri sekarang cukup padat dibanding sepuluh tahun lalu. Iya, setiap tahun pertumbumbuhan meningkat cuy. Secara umum, gubuk reot dan dihuni manusia tidak ada. Tapi rumah susun di Jepara kota ada. Sok banget ya Jepara nggak ada rumah reot!

Jadi beberapa tahun belakangan pemerintah memberi bantuan bedah rumah. Rumah orang-orang sepuh, tidak mampu dibangun dengan tembok. Tidak besar memang, tapi tidak ambruk saat diterjang angin dan tidak bocor saat hujan.

Jepara yang bukan daerah perumahan rumahnya ya bisa dibilang padat. Tapi ya nggak dempet banget. Adalah gang satu dua meter antar rumah. Tapi banyak juga yang rumahnya dipisahkan tanah lapang. Ya tergantung daerah Jepara mana. Masih daerah desa banget atau daerah yang dekat pinggiran kota.

Kalau di desa tempat saya tinggal, tetangga rumah itu masih saudara. Ada yang satu peranakan ada yang satu buyut. Ya maklumlah wong jaman dahulu itu punya banyak anak. Semisal dapat warisan tanah, ya akhirnya dibagi sama anak cucunya juga.

Karena masih keluarga, setiap kita punya hajat maka saling bantu. Mau saudara atau hanya tetangga dekat rumah ya semua tumplek di dapur. Ketika punya makanan lebih, kita juga saling memberi sepotong dua potong makanan. Ya intinya biar sama-sama merasakan.

Kalau perumahan dan kekeluargaan di Jepara daerah perumahan saya kurang tahu. Tapi rumah di sana memang tidak terlalu luas. Bagi yang punya banyak uang mungkin bisa beli 2-3 petak rumah untuk dibangun satu rumah. Kalau yang orang biasa, satu petak kadang dua lantai kecil.

Dibilang orang Jepara semua ramah dan baik, tidak juga. Namanya hidup bertetangga, kadang ada saja orang yang ketika tetangganya beli kulkas dia ikut beli. Tetangganya dapat lamaran, dia nyirnyir. Semua itu tinggal masing-masing individu sih. Mau di desa atau kota, kalau dasarnya baik ya baik.

Kalau saya bilang, enaknya tinggal di desa itu banyak bahan makanan yang ditanam sendiri. Kalaupun beli, murah lagi. Rumahnya sejuk tanpa AC dan banyak keluarganya. Kalau di daerahmu bagaimana?

Sumber Gambar:
http://www.how-to-draw-cartoons-online.com/cartoon-house.html

Sampingan

Bismillaahirrahmaanirrahiim….

Punya wajah cantik itu dambaan setiap wanita. Tak jarang banyak sekali wanita yang rela ‘kesakitan’ demi terlihat cantik dan rupawan. Kalau saya tak apa dianggap tak cantik asal wajahnya bersih tak banyak jerawat.

Alhamdulillahnya dari sejak anak-anak sampai sekarang jarang sekali jerawat nempel di muka saya. Pakai perawatan apa, Ji? Sering wudhu, jadinya wajah
bersinar, hehehe. Sebenarnya kadang saya juga berjerawat. Tapi si Jerawat muncul saat sebelum atau sesudah saya dapat tamu bulanan.

Waktu masih kecil dan sering main di kali, saya sering mengambil daun jambu
biji yang masih muda. Saya cuci lalu tumbuk sampai halus. Setelah itu saya balurkan ke semua bagian tubuh dan wajah. Fungsi daripada daun ini untuk menghilangkan kotoran dari kulit kita.

Mulai masuk MTsN, Mbak saya pernah pakai masker putih telur. Katanya sih biar wajah kencang. Akhirnya menginjak MAN, saya sok-sokan ikut maskeran. Pernah pakai putih telur dan memang rasanya sangat kencang. Tapi karena waktu itu saya jarang makan telur, jadi maskernya saya pindah ke madu bakar.

Madu dibakar? Yang bener?

Iya, betul. Tapi yang saya pakai jelas madu cair. Lebih bagus memang madu asli, tapi kadang saya pakai madu yang sachetan. Cara saya pakai madu ini biasanya sebelum tidur. Pertama ambil madu di sendok makan lalu bakar.
Setelah mendidih, oleskan madu tersebut ke wajah. Rasanya hangat-hangat enak apalagi saya juga sering mengoleskan ke bibir saya. Makin seksi saja jadinya.
Kadang ketika saya tidak sempat, akhirnya saya bakar semua madu yang saya punya lalu dipindahkan ke wadah bedak biar bisa langsung dipakai. Sensasi hotnya sih kurang banget. Tapi ya tetap saya habisin juga si madu.

Teman tidurnya saya pernah bertanya ketika saya tidur memakai masker madu, Apa muka saya tidak dicium semut?

Saya berani jawab tidak. Sebenarnya ada satu dua semut yang rasanya berjalan di wajah saya. Tapi mereka hanya lewat. Malangnya kadang mereka
tidak bisa lepas dari lem madu di wajah saya sehingga berakhir dengan kehilangan nyawa. Siapa suruh jalan-jalan di muka saya?
Daun jambu biji, putih telur sampai madu, adakah bahan lain yang saya pakai?

Saya pernah pakai bengkoang parut tapi terlalu cape buat adonannya. Jeruk nipis, walau jarang berjerawat rasanya cekit-cekit perih agak gatal. Parutan bawang putih, parutan blimbing wuluh efeknya juga seperti jeruk
nipis. Dari ke semuanya saya lebih suka pakai madu.

Kadang, saya juga ingin sok-sokan facial, cuci rambut di salon. Halah eman uangnya #Pelit. Mending sih buat beli lauk daripada nyalon. Selama saya bisa melakukan perawatan di rumah sendiri, mau badan sampai rambut, saya ya nggak akan ke salon. Kecuali kalau ada yang mau bayarin, heheh.

Apa yang saya lakukan memang tidak menjajikan hasil yang putih. Saya tetap hitam, eksotis. Tapi wajah saya bersih dari jerawat. Bagi saya tidak perlu pakai bedak mahal seperti artis. Yang penting adalah semua bahan yang kita
pakai baik untuk wajah maupun tubuh itu cocok dengan kulit kita. Ah jangan lupa, bersyukur itu wajib. Kalau kita tidak bersyukur, secantik apa pun kita, rasanya akan kurang dan tidak ada habisnya.

Hayo, mana wajah cantikmu? Hasil perawatan di rumah sendiri atau salon?

Postingan ini diikutsertakan dalam Giveaway Perawatan di Rumah bersama Ammara Beauty Care

Sumber Gambar:
https://jualvitabumin.com/vitabumin-madu-untuk-optimalisasi-perkembangan-otak-anak/

http://pondokibu.com/pengobatan-tradisional-dengan-daun-jambu-biji.html

http://trik-tips-sehat.blogspot.in/2014/06/manfaat-buah-bengkoang.html

Sampingan

Bismillaahirrahmaanirrahiim….

Hai-hai!!! Memasuki akhir pekan ada yang libur? Kerja? Intinya sih selamat beraktifitas semuanya! Hati-hati di jalan. Awas patuhi rambu lalu lintasnya :D.

Bicara lalu lintas, daerah Jepara sendiri tergolong ramai lancar.
Transportasi umum seperti bus, angkuta banyak lalu lalang. Kalau yang punya motor atau mobil, mau cepat ya tidak perlu nunggu transportasi umum.

Jepara macet?

Setahu saya waktu jalan-jalan cantik, Jepara jarang sekali terkena macet. Ya itu, ramai lancar karena rata-rata masyarakatnya pengguna motor. Saya pernah tahu Jepara macet itu diawal tahun 2013 di mana curah hujan sangat deras-derasnya. Banjir di mana-mana jadinya kita harus ekstra hati-hati. Selain itu, pernah juga macet saat BBM langka. Di setiap POM selalu ramai dengan antrean yang menghalangi laju jalan.

Saya sih bersyukur sekali Jepara anti macet. Namanya juga kota kecil, masih banyak pedesaan. Kadang dibeberapa jalan besar kita juga bisa melihat sawah. Lumayan bisa cuci mata dari asap knalpot. Selain anti macet, di Jepara juga banyak jalan anternatif untuk sampai di antar kecamatan. Pokoknya asyik lah. Sayangnya Jepara belum ada kereta atau banda udara. Kita hanya punya terminal sama dermaga. Eh tapi kita tetep bisa pakai motor kalau mau jalan-jalan ke pelosok desa. Asyik kan?

Lalu, bagaimana lalu lintas di daerahmu?