Melihat Dunia

Bismillaahirrahmaanirrahiim….

12294773_1031356293588795_5757210041502225296_n

Saya bukan perempuan yang sempurna. Berhijab juga ala kadarnya. Tapi, saya sedang berusaha untuk memperbaiki itu.

Saya ingin keliling, Jepara, Indonesia, mungkin juga dunia. Saat ini, beberapa waktu lalu saya masih sendiri, bepergian sendiri. Sebagai perempuan saya sadar betul bahwa ketika kita pergi ke luar rumah, jauh, harusnya ada mahram yang menemani. Saya punya adik, kakak laki-laki. Tapi, haruskah saya bergantung pada mereka? Mereka punya pekerjaan, tugas dan tanggung jawab yang harus dikerjakan. Baca lebih lanjut

Iklan

Tumis Kembang Turi

Bismillaahirrahmaaniirrahiim….
Saatnya masak!!!
Pernah dengar Turi? Itu lho pohon yang kurus, ada bunganya putih juga merah. Nama latinnya Sesbania grandiflora. Biji Turi berbentuk polong, direbus enak. Kalau saya lebih suka bunganya. Kadang penjual pecel juga nyampurin bunga ini dengan rebusan daun yang lain. Endos deh!

Baca lebih lanjut

Pahlawan Itu

Pahlawan itu

Tak melulu berpedang
Lalu berjuang di medan perang

Pahlawan itu
Bisa jadi kamu
Yang berani bertindak demi perubahan Baca lebih lanjut

[GIVEAWAY] BREAK THE CASSANOVA’S HEART

Hai, semuanya. Ada giveaway lagi, loh. Kali ini Penerbit Haru akan memberikan 1 eksemplar novel “Operation: Break the Cassanova’s Heart”, novel Philippines-lit pertama mereka. Cara ikutan? Simak aturan ini dulu, lalu isi Rafflecopter di bawah.
Peserta berdomisili di wilayah Indonesia.
Buku hadiah akan dikirimkan oleh Penerbit Haru
Silakan mengisi kolom Rafflecopter di bawah ini.
Giveaway berlangsung dari 4 November 2015 – 11 November 2015
Keputusan pemenang tidak dapat diganggu gugat.
Bila dalam 48 jam tidak ada respon dari pemenang, maka akan dipilih seorang pemenang baru.
Harap sertakan akun twitter saat konfirmasi pemenang.

Repost: http://kireinasekai.blogspot.co.id/2015/11/giveaway-break-cassanovas-heart.html

Stik Penghilang Noda Instan

Bismillaahirrahmaanirrahiim….

Sebelum bulan Suro, bulan Haji kemarin banyak sekali yang menikah. Berhubung kadang saya bantuin Kakak jualan sosis goreng di acara ramai-ramai, saya pun sering turun tangan. Ya ikut goreng lah, ngasih saos lah, selayaknya orang jualan gitu.

Sering kali ketika acara nikahan, yang nikah itu teman saya. Kalau jarak tempatnya lumayan, kadang saya sekalian saja datangnya. Persoalan muncul saat saya mau menemui yang nikah tapi baju terkena saos.

Tarik napas, buang panik. Untungnya saya baca stik penghilang noda instan dari Eco Wash. Bentuknya yang kecil mudah dibawa ke mana saja dan ya pastinya muat di kantong. Cara kerjanya oleskan stik, diamkan lalu kucek. Pakai air? Iya sedikit. Basah dikit diangin-anginin kan beres.

Selain untuk noda saos, kecap, stik ini juga bisa dipakai untuk membersihkan noda di clody yang membandel. Misal noda pup. Kalau saya bilang sih lumayan bersih. Eco Wash stik bisa didapat di http://www.ecowash.org.

Kalau kamu, sudah pakai stik penghilang noda?

Sampingan

Bismillaahirrahmaanirrahiim….

***

Jepara Bumi Kartini kita
Bergema di seluruh dunia
Seni ukir dan potensi pariwisatanya
Indah dan mempesona

Kartini suluh emansipasi
Antarkan Jepara mendunia
Putri asli Jepara pantang mundur langkahnya
Dalam raih citanya

Jepara Bumi Kartini kita
Mari kita membangun bersama
Berkarya untuk maju berselogan mulia
Trus Karyo Tataning Bumi

Mari tingkatkan karya karsamu
Jadikan Jepara trus maju
Wujud nyatakan pengabdianmu
Jayalah Jeparaku

Mari bersama bergandeng tangan
Kita bersatu bangun negeri
Satukan langkah bersatu padu
Jayalah Jeparaku

***

Notes:
Ini lagu baru yang biasa dinyanyikan di PKK. Kemarin ada lomba nyanyi mars ini juga. Saya belum hafal lagu ini. Di google juga tidak ada. Ya wis saya tulis deh, hehe 😀

http://jiahjava.blogspot.co.id

Sedekah Bumi Desa Wonorejo Jepara

 

Bismillaahirrahmaanirrahiim…..

Hari ini, rangkaian sedekah bumi dan acara tujuh belasan sudah berakhir. Masyarakat desa saya sudah kembali ke tempatnya masing-masing. Sedekah bumi di desa saya Wonorejo jatuh pada Senin Pahing setelah Bodho Apem.

Untuk acara tahun ini, semua digabung dengan perayaan tujuh belas Agustus. Ya meskipun di tujuh belas Agustus, dibeberapa RT sudah mengadakan lomba-lomba dan panjat bambu, tetap saja di Sedekah Bumi ini kita mengadakan lomba yang sama.

Beberapa tahun lalu, acara Sedekah Bumi identik dengan Wayangan dan pembayaran sedekah di Balai Desa. Untuk tahun ini, kita dibebaskan membayar. Sebagai gantinya, kita diminta untuk mengikuti lomba menghias dan membuat tumpeng. Selain itu, banyak sekali lomba lain yang membuat Sedekah Bumi kali ini lebih meriah.

Lomba-lomba yang diadakan tidak bersamaan. Banyak hal yang menjadi pertimbangan, misalnya peserta yang bergantian di ajang olahraga. Sering kali ada peserta yang menjadi pemain dobel. Maka dari itu semua lomba dicicil, kredit kaya panci, hehehe selama sebulan.

Selain lomba, malam senin kemarin ada pentas dari anak-anak TK dan PAUD. Eh ada anak dari seni juga. Mereka bernyanyi, menari, bahkan ada yang membaca puisi. Beberapa tahun lalu kita juga mengadakan jalan sehat. Yang ikut memang Ibu-ibu dan anak-anak. Tapi ya lumayan meriah. Acaranya seperti biasa, jalan, bagi-bagi kupon undian, lomba-lomba.

Yang paling beda dari tahun yang lain adalah adanya karnaval. Semua orang turut serta. Dari anak-anak, remaja, orang dewasa, Ibu, Bapak, semua tumplek blek menyemarakkan perayaan ini. Kalau saya bilang sih cukup meriah meskipun ada sedikit kekacauan di rute jalan karnavalnya.

Saya yakin, tahun depan akan ada acara seperti tahun ini. Persiapan pun akan semakin diperbesar guna meramaikan hari jadi desa. Sayangnya saya sendiri tidak terlalu banyak ambil bagian. Tadinya mau jadi panitia, tapi batal soalnya kerja. Mau ikut jalan sehat, sayanya nyuci. Ya sudahlah….

Kalau Sedekah Bumi di daerahmu bagaimana?

Sampingan

Bismillaahirrahmaanirrahiim….

Catatan terakhir #30HariKotakuBercerita bersama @Poscinta di bulan September. Rasanya kok sayang banget ya. Saya masih belum banyak bercerita tentang Jepara. Semoga dikesempatan berikutnya bisa melanjutkan tulisan-tulisan yang lalu.

Gong Perdamaian Dunia, di Jepara tepatnya di Desa Plajan. Kalau dari pusat kota lumayan jauh. Daerahnya lumayan terpencil tapi view di sana lumayan indah.

Gong Perdamaian Dunia di Jepara merupakan pelopor gong-gong lain yang ada di dunia. Selain gong, di sana juga ada tanah dari berbagai negara, telapak kaki, dan kuburan keluarga.

Semoga dunia kita semakin damai. Boleh juga lihat-lihat cerita Gong di sini. Jepara damai, Indonesia damai.

Hah! Di Jepara masih ada Ratu Shima, Benteng Portugis, dan eksotisme Pulau Panjang dan Karimun Jawa. Masih ada yang penasaran dengan Jepara? Yuk ke Jepara!!!

Terima kasih buat semua di #30KotakuBercerita!!! Sampai Jumpa!!!

Sampingan

Bismillaahirrahmaanirrahiim….

Hari ini, tepatnya jam 15:30 tadi keponakan pertama saya khitan. Sekarang dia kelas 6 SD dan memang sudah minta disunat. Dari kemarin-kemarin saya suka sekali ‘nakut-nakutin’ tentang sakitnya disunat. Awalnya marah tapi setelah pulang dari khitan dia ketawa-ketiwi.

Saya masih ingat tanggal 20 Juni 2004 dia lahir setelah magrib. Ahmad Bahrudin Irfan, nama yang diberikan ayahnya. Beratnya sekitan 3.4 Kg dan dia terlihat sangat besar. Malam itu untuk pertama kalinya saya menggendong bayi yang baru lahir. Rasanya sangat menakjubkan. Dia dekat di jantung saya. Dia masih merah dan mengedip tanpa dosa. Saya sedikit takut tapi semua tak terasa. Malah membahagiakan.

Saya 12 tahun, baru lulus SD menginjak usia remaja dan bayi yang baru lahir. Memang itu bukan pertama kali saya menggendong batita. Tapi untuk bayi yang baru lahir, Irfan yang pertama.

Dari masih bau kencur, saya suka dengan bayi, anak-anak dan sering kali ngemong mereka. Tapi untuk Irfan saya tidak ngemong dia. Sekitar seminggu setelah dia lahir saya pergi ke Pondok.

Rasanya baru kemarin dia saya gendong dan sekarang sudah mulai remaja. Dia suka meledak-ledak dan sering kali saya suka meledak juga. Dia bukan batita yang pakai peci lalu geleng-geleng seperti bayi di jam tak-tik. Dia bukan lagi Irfan kecil, yang duduk dipangkuan Bu Guru saat TK. Tapi dia tetap Irfan saya yang tak doyan buah.

Di usianya yang menginjak remaja, semoga dia makin rajin solat, ibadah. Kalau diingatkan tidak meledak-ledak. Semoga dia bisa jadi contoh yang baik untuk adik-adiknya.

Masa remaja saya memang sudah lewat dan saya bukan remaja lagi. Tapi saya masih suka bayi dan mau buat bayi #Eh #Upsh :D. Saya memang lelah dan daripada ngelantur mending saya sudahi saja ceritanya. Sampai jumpa!!!

Diikutkan dalam Giveaway Listeninda #7

Sampingan

Bismillaahirrahmaanirrahiim….

Selamat Hari Raya Idul Adha!!! Hayo siapa yang lagi long weekend? Seneng dong bisa liburan, rekreasi bersama keluarga walaupun hiburan di tv juga banyak.

Ngomongin rekreasi, seperti yang saya sering bilang bahwa Jepara itu di daerah pantura dan punya buanyak sekali wisata pantai dan laut. Di mana saja kita bisa nemu laut. Ya kecuali daerah daratan tentunya.

Kalau di darat, kita bisa rekreasi di sawah. Naik gunung, kita bisa ke Songgo Langit atau daerah Sumosari juga bisa. Pantai? Jangan tanya lagi. Ada pantai Kartini, Tirta Samudra Bandengan, Teluk Awur, Blebak, Empu Rancak, dan masih buanyak pantai yang bahkan belum bernama. Kalau bosan ke pantai satu kita bisa loncat ke pantai lain. Asyik kan?

Untuk hiburan sendiri, Jepara suka sekali dengan orkes dangdut dari yang ecek-ecek sampai orkes besar ada semua. Kalau saya sendiri sih tidak terlalu suka, tepatnya tidak suka sesuatu yang berbunyi keras.

Kalau ditanya seberapa tenarnya orkes dangdut, biduan dangdut Jepara ada yang sudah nongol di TV. Ada Susi KDI dan Anita DAkademi. Kenal? Nggak juga tak apa, hahaha.

Hampir semua orang yang punya hajat, hobi banget dangdutan. Katanya sih buat hiburan biar ramai.

Kalau saya sendiri sih eman uang buat dangdutan, mending buat lainnya. Ngajakin ibadah lebih baik soalnya tidak bisa dipungkiri acara dangdut semacam itu maksiatnya banyak. Ya semua tergantung masing-masing orang sih.

Kalau kamu, tempat rekreasi dan hiburan seperti apa di daerahmu?